Nov 03
Gedung-gedung yang menyalakan kota meredup
Sunyilah malamku yang panjang berdinding putih
Namun detak hatiku menusuki bening, seperti jarum melejitkan perih
Sedalam sepi yang terbelah, gumam rindu kau peta di tepi ranjang
Tatapkulah yang begitu redup mengajak pulang, namun hatiku masih di dalam kotak
Merasuk kesepian kita entah sampai kapan
Kekasih aku begitu beku di ranjang yang mencatat namaku
Kuhitung resah ketika suara-suara menuju lorong
Dengan derit roda tertatih menahan beban
November 4th, 2009 at 8:53 am
Kau bangunkan aku dengan usikan sederhana
Menggetarkan kalbu yang terdiam menyendiri
Siapa disana ?
Aku tak tahu,
Hanya saja sapaanya terasa lembut
Memapah hampa menjadi hangat
Salam kenal dari penyuka puisi juga
November 4th, 2009 at 9:50 am
Duh tersanjung bacanya..
Nice.
November 4th, 2009 at 10:34 am
Salam kenal juga buat pemilik blog ini.
Hemm. hatimu sedang dalam kotak apakah?
November 4th, 2009 at 11:40 am
i like puisi
November 4th, 2009 at 12:33 pm
salam kenal sobat…bait-bait mu menitikan sebuah pengharapan yang mendalam…saya suka “namun hatiku masih di dalam kotak” plur..
November 4th, 2009 at 6:01 pm
hatiku dalam kotak
puisiku bukan pemberontak
meski negeri ini hanya sampah
isinya para bedebah
tapi aku masih punya harap
padaNya di masa yang kelak
—
salam kenal brader
November 4th, 2009 at 6:06 pm
dan kapan kan usai? …
apa khabar ?
November 4th, 2009 at 6:41 pm
Mantap banget puisinya…
Btw, sekarang kan dimana-mana rasanya gerah banget krn pemanasan global, itu hati di kotak gak kepanasan ?
Salam kenal
November 4th, 2009 at 6:54 pm
semakin hari aku harus banyak belajar
termasuk belajar membaca puisi2 yang indah. syukur2 bisa membuatnya
November 4th, 2009 at 8:35 pm
WUih…puisinya keren….
November 4th, 2009 at 8:53 pm
aku tahu kau menanti ku di ranjang yang mencatat namamu..
aku tahu kau merindukan aku…
tenanglah sayang..
setiap hitungan jejak suara kaki menuju lorong..
akan ada satu jejak suara kakiku menuju lorongmu
November 4th, 2009 at 9:12 pm
Biarkan derit roda itu terus berbunyi, karena itu berarti kehidupan yg terus berjalan
November 4th, 2009 at 9:22 pm
saat ini aku tiada mampu berucap…
sang bayang mengejarku dalam ingatan…
tiada perduli saat aku diranjang…
namun derit roda itu selalu berputar…
November 4th, 2009 at 9:33 pm
Kekasihnya suruh datang dongs
Salam
November 4th, 2009 at 10:42 pm
Walo Bendol kagak faham ttg Puisi, tapi Bendol merasakan, puisi ini indah banget, walo terbalut kesedihan
(Iya ta???)
hehe….
Maap kalo salah komennya
November 4th, 2009 at 11:58 pm
wah…. puisi yang menyentuh hati
November 5th, 2009 at 1:07 am
Inilah “ketakjuban” sebuah puisi. Ia seakan fiksi, tapi padat berisi. Ia tak memberikan defenisi, tapi imaji. Perwakilan sebuah jiwa. Bebas untuk ditafsirkan, namun pujangganya saja yang paling tahu makna sebenarnya. Nice
November 5th, 2009 at 1:46 am
Sepertinya rindu berat, atau malah kehilangan….??!!
November 20th, 2009 at 1:35 pm
Batinku meredup tertutup rindu
Tergores luka jiwa yang resah
Mengiba waktu harapan terurai
Bukan air mata menetes perih
Tapi senyuman di wajah mulai memutih
Andai saja aku bisa menawar
Kuajak kau berlari lintasi lorong
Menggapai waktu dalam pelukan
December 6th, 2009 at 2:09 am
mantab tenan dan sangat menyentuh sekali
.-= rudis´s last blog ..UNTUK KEKASIHKU =-.
December 6th, 2009 at 2:12 am
puisinya sangat bagus sekali sampai2 mau lambung tinggi
.-= yani´s last blog ..UNTUK SUAMIKU =-.
December 22nd, 2009 at 4:22 pm
Sinaran rembulan menembus kamar sepiku lewat celah dinding berbilik bambu,ku masih setia di kursi tua tempat kita bersenda dulu,semua masih sama,lilin kecil,radio tua,kopi dan ubi rebus,,rindu masa itu terulang kembali,suara khas kaki bukit,jangkrit, sesekali l0ngl0ngan anjing hutan menambh khas nya suasana alam desa sepiku…..! tak terasa kumandang subuh menggema,pintu kamarku terbuka,hei bngun,bngun dah pagi,membuyarkan mimpi indah ku semalam,dan ketika ku tersadar semua hanya byang masa lalu..hati bergumam ini tak seperti dulu,alam yang sejuk kini gersang,air terjun hanya jurang yang curam,dan cnda mu hanya byang,kini senyuman mu kau titipkan dalam bingkai usang dari puing2 masa lalu…salam kenal