Sajak Penunggu Laci

Puisi Add comments ...

Pernah tercatat noktah-noktah masa muda
Juga kalimat-kalimat kehilangan yang demikian cengeng
Barangkali sekarang aku ingin terbahak menertawakan kejujuranku
Yang begitu murni, mentah dan telanjang seperti arus
Lalu kepada siapa kubacakan makna dari rahasiaku sendiri
Seperti cahaya di dalam botol, ruang-ruang yang akan ditinggalkanya
Adalah kertas yang melipat diri
Dan pada akhirnya kebebasan itu datang
Sebagai perjalanan tinta yang liar
Menterjemahkan bentuk-bentuk yang tak terlihat mata
Sehingga aku, yang bersembunyi diantaranya
Hanyalah akan menjadi aku

11 Responses to “Sajak Penunggu Laci”