Jan 02
Sejak tangan kosong sia-sia menahan polusi
Akan kemanakah sungai yang sakit mengalir diri
Ada bau bangkai yang tumbuh di udara, menuntun pulang
Kepada muara yang dialamatkan hilang
Hari kemarin meninggalkan jejaknya
Parit-parit berwajah sampah
Dan tawa anak-anak yang girang di tubuh banjir
Di jalan yang tak tertempuh
Hati siapa yang mengapung sebatangkara
Dia menunggu di setiap belokan sungai
January 2nd, 2010 at 10:08 pm
January 3rd, 2010 at 1:44 am
Ohwlalaah… ini si mbakyu Reni dari Bali ituu? kirain siapa hehehe..
January 3rd, 2010 at 12:09 pm
He,he,kek nya dalam bnget ni artinya,i like it
January 3rd, 2010 at 4:54 pm
wahhh teh, saya baru sadar kalo balisugar.com berubah jadi puisi-puisi.info
tapi keren2 nih teh puisinya..
January 3rd, 2010 at 5:03 pm
Belum ngerti dengan isinya..
Gini dah kalo dari SMP kurang ngerti sama puisi
.-= WahyuOi´s last blog ..FB-an lewat Telepon Umum =-.
January 3rd, 2010 at 6:34 pm
…hingga berujung di samudra
dan ibu bumi bercerita
tentang keadaannya…
January 3rd, 2010 at 7:21 pm
apa kabar mbak? lama tidak melihat puisi indah kakak lagi. kangen yang menderas sulit untuk dibendung
January 4th, 2010 at 3:08 pm
sebelum hanyut lebih dalam dan jauh, ditolonglah ia, hehe…
.-= Hanif Ilham M´s last blog ..Benci Hujan, Benci Panas? =-.
January 4th, 2010 at 11:12 pm
bau deskripsinya keras. piko like this. nih, lagi.
January 5th, 2010 at 8:23 am
mm.. ni kisah tentang si air po?
February 7th, 2010 at 11:59 pm
saya pengagum berat puisi, tidak ada cara lain untuk menghilangkan stress selain membaca puisi. Puisinya bagus