Mar 04
Aku tenggelam
Ke dasar kedalaman sajak-sajak dangkal
Yang menyetubuhi penyendirian ini
Pencarianku menemukan kesunyian yang Nirwana
Untuk Cinta yang terletak jauh di atas hasrat
Aku rela kembali berkali-kali
Menunggu jenuh di taman
Sampai anak-anak bulan dilubangi hujan
Dan Bintang redup menjadi penghayatku
Dalam wujud puisi aku kehilangan Ilusi
Karena di kepala Ruang Orgasm tak terusik
Seperti Planemo yang tidur abadi
Argh…
March 5th, 2010 at 8:19 am
aku mencari & bertanya..
dimanakah kesunyian sejati?
:p
March 5th, 2010 at 10:31 am
Di kuburan wew
March 5th, 2010 at 11:30 am
kadang sunyi itu indah
bisa jadi seindah puisi ini
March 5th, 2010 at 12:38 pm
renungi saja sampai lupa, lupa akan diri, dan menjadi alam yang bebas.
March 5th, 2010 at 3:49 pm
kuburan sekarang rame.. kata penghuninya akibat global warning…
March 5th, 2010 at 4:08 pm
wow bagus-bagus sekali puisimu
aku kagum
salam kenal
risman
March 5th, 2010 at 9:33 pm
kesunyian itu tak kan pernah berakhir
March 5th, 2010 at 10:40 pm
ada sunyi ada ramai ada sunyi dalam keramaian
March 5th, 2010 at 10:56 pm
Kadang kita memerlukan kesunyian,…
Sukses!
March 6th, 2010 at 3:18 am
sungguh kutak mengerti.. hihi