Wajah

Puisi Add comments ...

Andai lembar kabut bisa kusingkap seperti kelambu

Akan kumasuki pintu menujumu

Namun wajahmu adalah rahasia yang memanjangkan perjalanan

Seperti kulukis rupa angin pada sorak dedaunan

Sedalam itu kubayangkan wajahmu

Bangkai-bangkai hujan bergelimpangan di dalam mataku

Akulah Perempuan itu

3 Responses to “Wajah”

  • mosesforesto Says:

    he he he…, tanpa kuas dan cat, anda gesit melukis berkanvaskan benak setiap pembacanya dengan stroke metaphor tegas dan tajam. Saya suka puisi-pusi anda. Maju terus, nulis dan upload lebih banyak lagi biar banyak yang terhibur. Bravo!

  • mosesforesto Says:

    Antifoni untuk Wajah:

    satu peluru untuk sehuruf asa
    terbunuh aku oleh syairmu
    setetes embun untuk sebaris kata
    tertimbun makna oleh kagumku

    tergolek rasa, terpaku karsa
    lelah memburu sang wajah
    beku menunggu lukisan rupa
    harap daunnya tuturkan kisah

  • mosesforesto Says:

    Meski harus beberapa kali mengklik “previous entry”, puisi ini masih favoritku.